Lapor Pak Polisi !! Lokasi Judi Tembak Ikan Bos AK Kembali Beroperasi Secara Terbuka di Sei Bamban, Warga Minta Judi Di Tutup

ASWAR

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:35 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Serdang Bedagai — Lapor Pak Polisi !! Praktik perjudian tembak ikan di wilayah Kampung Pon, Gempolan, dan Bakaran Batu kembali beroperasi secara terang – terangan. Kini jadi sorotan panas publik.

 

Saat awak media turun langsung ke lokasi di kawasan Kampung Pon, pemandangan yang terlihat justru memperkuat dugaan masyarakat bahwa praktik perjudian tembak ikan masih berlangsung bebas tanpa rasa takut. Aktivitas di lokasi disebut terlihat hidup, sejumlah pemain keluar masuk, sementara suasana di sekitar titik perjudian tampak seolah tidak tersentuh hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Fakta di lapangan itu berbanding terbalik dengan respons normatif yang diberikan Kasatreskrim Polres Sergai AKP Binrod Situngkir, S.H., M.H., yang hanya mengirimkan link berita penggerebekan saat dikonfirmasi terkait masih aktifnya sejumlah lokasi perjudian lain di wilayah Bakaran Batu Kecamatan sei bamban.

 

Saat di konfirmasi lebih lanjut atas masih beroperasi perjudian tembak ikan di warung naibaho dan kampung pon, kasat reskrim langsung bungkam.

 

Kondisi tersebut kini memantik kemarahan publik. Sebab masyarakat menilai aparat seolah lebih sibuk menunjukkan dokumentasi penindakan palsu alias ecek – ecek dibanding melakukan penindakan nyata.

 

Keberadaan aktivitas perjudian yang disebut masih berjalan terang-terangan itu dinilai menjadi tamparan keras bagi marwah penegakan hukum di wilayah hukum Polres Sergai.

 

“Media saja bisa melihat langsung aktivitas di lokasi. Masa aparat tidak tahu? Kalau memang serius diberantas, kenapa masih bebas beroperasi?” ujar warga dengan nada kesal.

 

Di kecamatan sei bamban ini semua di kuasai oleh bos AK.”sambung nya.

 

Saat awak media berada di lokasi Kampung Pon, sejumlah warga juga mengaku resah karena aktivitas perjudian tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan diduga ramai dikunjungi pemain dari berbagai daerah. Ironisnya, lokasi itu disebut tetap hidup meski isu perjudian di wilayah tersebut sudah berkali-kali menjadi sorotan publik.

 

Situasi ini memunculkan stigma keras di tengah masyarakat bahwa penggerebekan yang selama ini dipublikasikan terkesan hanya formalitas untuk meredam kritik, sementara praktik perjudian di titik lain tetap berjalan tanpa tindakan tegas yang benar-benar menyentuh akar permasalahan.

 

Publik kini mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum dalam membongkar seluruh jaringan perjudian yang disebut masih eksis. Sebab jika aktivitas perjudian bisa terus berjalan secara terbuka meski sudah menjadi perhatian masyarakat dan media, maka wajar apabila muncul dugaan adanya pembiaran atau permainan tertentu di belakang layar.

 

“Jangan sampai hukum hanya dijadikan tontonan. Rakyat melihat sendiri lokasi masih aktif, tapi jawaban aparat justru mutar-mutar dan tidak transparan,” tegas warga lainnya.

 

Tidak sedikit masyarakat yang kini mulai menilai lemahnya respons aparat justru memperlihatkan kegagalan dalam menjaga wibawa hukum di tengah maraknya praktik perjudian. Sebab ketika lokasi yang diduga menjadi pusat perjudian bisa tetap beroperasi tanpa rasa takut, publik akan dengan mudah berasumsi bahwa ada kekuatan tertentu yang membuat bisnis ilegal tersebut sulit disentuh secara total.

 

Apalagi hingga kini belum terlihat adanya langkah terbuka dan menyeluruh untuk membongkar seluruh titik perjudian yang disebut masih aktif di wilayah tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat mendesak Kapolres Sergai dan jajaran terkait agar tidak hanya bergerak saat isu mulai viral, tetapi benar-benar menunjukkan tindakan nyata dan transparan demi memulihkan kepercayaan publik yang mulai terkikis akibat maraknya perjudian yang diduga terus hidup di wilayah hukum Polres Sergai.

 

Rzn

Berita Terkait

GEMPUR NARKOBA! Polresta Deli Serdang Musnahkan 54 Kilogram Sabu, Bandar Diburu Tanpa Ampun
“Jangan Vonis Kami Lewat Headline!” Tokoh Masyarakat Kecam Media yang Menggiring Opini Publik Secara Brutal
Vonis Bebas Junara Telanjangi Dugaan Kriminalisasi Brutal, Polsek Medan Barat dan JPU Dipukul Telak oleh Putusan Hakim
LBHK–Wartawan Deli Serdang Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa Bakaran Batu ke Kejari, Soroti Dugaan Upaya “Tutup Mulut”
Bakaran Batu Lubuk Pakam Jadi Sarang Judi, Anak-anak Dijadikan Umpan, Bandar Besar Diduga Dipelihara
Tanggapan Resmi Atas Pemberitaan Negatif Terkait Meninggalnya Tahanan
Menggugat Hak di Pengadilan, Eks Karyawan PT Torganda Diduga Diintimidasi: Buruh Mencari Keadilan, Perusahaan Menekan
BLT Lansia Diduga “Disunat” Diam-Diam? Rp300 Ribu Hilang Tanpa Jejak, Warga Purwodadi Meledak  Kades Bungkam, Wartawan Malah Diblokir

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:35 WIB

Lapor Pak Polisi !! Lokasi Judi Tembak Ikan Bos AK Kembali Beroperasi Secara Terbuka di Sei Bamban, Warga Minta Judi Di Tutup

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:49 WIB

GEMPUR NARKOBA! Polresta Deli Serdang Musnahkan 54 Kilogram Sabu, Bandar Diburu Tanpa Ampun

Senin, 11 Mei 2026 - 18:50 WIB

“Jangan Vonis Kami Lewat Headline!” Tokoh Masyarakat Kecam Media yang Menggiring Opini Publik Secara Brutal

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:03 WIB

Vonis Bebas Junara Telanjangi Dugaan Kriminalisasi Brutal, Polsek Medan Barat dan JPU Dipukul Telak oleh Putusan Hakim

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:33 WIB

Bakaran Batu Lubuk Pakam Jadi Sarang Judi, Anak-anak Dijadikan Umpan, Bandar Besar Diduga Dipelihara

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:11 WIB

Tanggapan Resmi Atas Pemberitaan Negatif Terkait Meninggalnya Tahanan

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:05 WIB

Menggugat Hak di Pengadilan, Eks Karyawan PT Torganda Diduga Diintimidasi: Buruh Mencari Keadilan, Perusahaan Menekan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:18 WIB

BLT Lansia Diduga “Disunat” Diam-Diam? Rp300 Ribu Hilang Tanpa Jejak, Warga Purwodadi Meledak  Kades Bungkam, Wartawan Malah Diblokir

Berita Terbaru