BLT Lansia Diduga “Disunat” Diam-Diam? Rp300 Ribu Hilang Tanpa Jejak, Warga Purwodadi Meledak  Kades Bungkam, Wartawan Malah Diblokir

ASWAR

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:18 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang – Dugaan permainan kotor dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) lansia di Desa Purwodadi, Jalan Sekolah, Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, kini mulai menjadi sorotan tajam masyarakat. Bantuan yang sebelumnya diterima warga lansia sebesar Rp900 ribu tiba-tiba berubah menjadi Rp600 ribu tanpa penjelasan resmi, tanpa musyawarah, dan tanpa keterbukaan kepada publik.

 

Di Dusun 6 sendiri, tercatat sebanyak 20 KK lansia menerima bantuan tersebut. Namun para penerima mengaku kebingungan karena pemotongan nominal terjadi begitu saja seolah dianggap hal biasa. Tidak ada papan informasi, tidak ada pemberitahuan tertulis, bahkan tidak ada keberanian dari pihak desa untuk menjelaskan ke mana hilangnya Rp300 ribu yang sebelumnya diterima warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Biasanya Rp900 ribu, sekarang tinggal Rp600 ribu. Kami cuma disuruh terima saja. Mau bertanya pun seperti tidak dianggap,” ujar seorang lansia dengan wajah kecewa

 

Yang membuat publik geram, uang yang hilang itu bukan dana proyek mewah atau anggaran seremonial, melainkan bantuan untuk orang tua yang hidup dalam keterbatasan. Bagi lansia, Rp300 ribu bukan angka kecil. Itu bisa menjadi biaya beli obat, beras, kebutuhan makan, bahkan penopang hidup di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.

 

Warga mulai mempertanyakan, apakah pengurangan ini memang kebijakan resmi atau justru ada dugaan permainan yang sengaja ditutup rapat dari masyarakat? Sebab hingga kini tidak ada transparansi terbuka yang mampu menjawab keresahan warga.

 

Sorotan keras pun mengarah kepada Kepala Desa Purwodadi, Sugiatno. Banyak warga menilai kepemimpinannya gagal menghadirkan keterbukaan dan perlindungan terhadap hak masyarakat kecil. Ketika lansia menjerit karena bantuan berkurang, pemerintah desa justru dinilai memilih bungkam.

 

Lebih ironis lagi, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi melalui WhatsApp terkait perubahan nominal BLT tersebut, pihak terkait sama sekali tidak memberikan jawaban. Bahkan nomor wartawan diduga langsung diblokir usai mempertanyakan persoalan itu.

 

Sikap tertutup tersebut memicu dugaan liar di tengah masyarakat. Publik menilai, pemblokiran terhadap wartawan bukan tindakan yang pantas dilakukan pejabat publik yang menggunakan uang rakyat. Sebab media datang untuk meminta klarifikasi, bukan mencari musuh.

 

“Kalau memang semuanya bersih dan sesuai aturan, kenapa harus takut dikonfirmasi? Kenapa wartawan diblokir? Ini justru membuat masyarakat menduga ada sesuatu yang sengaja disembunyikan,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

 

Masyarakat kini mendesak Inspektorat, Dinas Sosial, hingga aparat penegak hukum segera turun melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyaluran BLT lansia di Desa Purwodadi. Warga meminta seluruh data penerima, nominal bantuan, hingga mekanisme pencairan dibuka secara terang-benderang agar tidak ada praktik bermain di atas penderitaan rakyat kecil.

 

Jika benar ada pemotongan bantuan tanpa dasar yang jelas, maka persoalan ini tidak lagi bisa dianggap sekadar kekeliruan administrasi. Ini sudah menyangkut dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pengkhianatan terhadap hak masyarakat lansia yang seharusnya dilindungi, bukan malah dibuat bingung dan dipaksa diam.

 

Jangan sampai uang bantuan untuk orang tua miskin berubah menjadi bancakan terselubung yang aman karena minim pengawasan. Sebab ketika hak lansia mulai dipermainkan dan suara wartawan dibungkam, publik berhak bertanya lebih jauh: siapa sebenarnya yang menikmati hilangnya Rp300 ribu itu?

Berita Terkait

Warga Tanjung Mulia Resah! Gudang Diduga Jadi Tempat Penimbunan Solar Subsidi, Mabes Polri Diminta Turun Tangan
Ketua Umum KJNI: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikorbankan, Copot Kepala DLHK Jika Tak Mampu Menjalankan Amanah
Kapolres Bulukumba Hadiri Akad Nikah Tahanan, Momentum Humanis di Hari Bhayangkara ke-80
BET Konser HUT Deli Serdang untuk Orang Dekat Bupati? Warga Tanpa BET Hanya Bisa Menonton dari Samping Panggung dan Pinggir Jalan
Peringatan HUT Bhayangkara ke-80, Polres Rokan Hilir Tegaskan Komitmen Melayani dan Beradaptasi
Siap-Siap Terungkap? Dumas GEMPAR Sumut Resmi Diterima dan Diteruskan ke Jampidsus
Berlangsung Khidmat, Kapolres Bulukumba Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek CV Sinar Tiga Picu Amarah Warga: Jalan yang Semula Bisa Dilalui Kini Berubah Jadi Kubangan Lumpur

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:04 WIB

Ketika Jual Beli Rumah Sendiri Dipidana Secara Adat, Putusan Jambur Lak-lak Memantik Dugaan Rekayasa

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:51 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:45 WIB

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:40 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara: Media Harus Jadi Pilar Demokrasi, Bukan Alat Propaganda Politik

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:15 WIB

Bakti Sosial Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Bersama Polres Aceh Tenggara Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:24 WIB

Polres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah Bersama Media dan Mahasiswa STIK, Perkuat Sinergi di Hari Pers Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:45 WIB

Pajri Gegoh: Unjuk Rasa LSM yang Serang Polisi Bisa Jadi Alat Propaganda Bandar Narkoba

Jumat, 19 Desember 2025 - 12:06 WIB

Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ungkap Praktik Prostitusi, Amankan Satu Mucikari dan Dua PSK

Berita Terbaru