*”SOPAN PURBA MELAWAN ARUS: Perlawanan Gigantic Menentang Pungli dan Janji Manis Pemkab Karo yang Tak Tepati”*

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:03 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Karo, (Detiktimur net)

Suasana di kawasan wisata pemandian air panas Tanah Karo kian mendidih. Bukan karena suhu airnya, melainkan karena konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo yang tak kunjung menemui titik temu. Di tengah karut-marut tersebut, sosok Sopan Purba muncul sebagai garda terdepan untuk memastikan para wisatawan aman dari cengkeraman pungutan liar (pungli) oleh oknum preman.

Langkah berani Sopan Purba ini dipicu oleh sikap Pemkab Karo yang dinilai “berat sebelah” dan mengabaikan hak-hak masyarakat yang telah dijanjikan sebelumnya. Akar permasalahan ini bermula dari kesepakatan bagi hasil antara Pemkab dan masyarakat pengelola. Menurut Sopan Purba, kesepakatan awal menyebutkan bahwa masyarakat berhak mendapatkan bagian sebesar 30% dari hasil retribusi pemandian tersebut. Namun kenyataannya pahit. Komitmen tersebut kabarnya hanya berjalan manis selama beberapa bulan awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selebihnya, selama hampir tiga tahun ini, hak masyarakat tidak pernah lagi direalisasikan. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan yang sudah terjalin,” tegas Sopan dalam orasinya.

Melalui unggahan video yang viral, Sopan Purba secara terbuka membandingkan kepemimpinan KDM. Ia menilai, KDM pendekatan terhadap masyarakat jauh lebih humanis dan solutif. “Bapak KDM bermasyarakat. Kejadian penindasan seperti ini tidak akan terjadi jika pemimpin punya hati untuk rakyatnya,” ujar Sopan dalam videonya.

Sopan juga menegaskan komitmennya dengan kalimat yang menggetarkan: “Hidup mati saya pertaruhkan jika permasalahan ini tidak selesai!” Kalimat ini menjadi sinyal bahwa perlawanan masyarakat terhadap ketidakadilan birokrasi sudah mencapai puncaknya.

Selain menuntut hak bagi hasil, fokus utama Sopan Purba dan warga adalah menjaga citra pariwisata Karo. Mereka aktif melakukan penjagaan agar pengunjung yang datang tidak lagi menjadi sasaran empuk oknum preman yang kerap melakukan penghadangan dan pungutan liar di pintu masuk.

Masyarakat bertekad menciptakan rasa aman secara mandiri, mengingat pengawasan dari pihak berwenang dirasa masih lemah. Mereka ingin memastikan bahwa wisatawan yang datang ke Tanah Karo mendapatkan kenyamanan, bukan malah dipalak berkali-kali di tengah jalan.

Kini, bola panas berada di tangan Pemkab Karo. Apakah mereka akan terus berdiam diri melihat konflik ini meruncing, atau segera duduk bersama masyarakat untuk menepati janji lama? Ketegasan aparat penegak hukum juga dinanti untuk membersihkan oknum preman yang berlindung di balik kisruh ini.

Sopan Purba dan masyarakat Tanah Karo tidak akan mundur. Mereka siap berjuang hingga hak-hak mereka dipenuhi dan keadilan ditegakkan. Ini bukan hanya tentang pungli, tapi tentang martabat dan harga diri masyarakat Karo.

Pemkab Karo harus segera mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan konflik ini dan memulihkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat Tanah Karo tidak akan puas dengan janji-janji kosong, mereka ingin aksi nyata dan keadilan, ujarnya pada awak media Sabtu malam 7/3/2026.

(Muhtar/SPMI)

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 19 Paket Narkotika Seberat 4,34 Gram
DPP LPPI Dukung Transformasi Pemasyarakatan, Sebut Pujian Titiek Soeharto kepada Agus Andrianto Berdasarkan Kinerja Nyata
Polda Sumut Resmi Pecat Kompol DK Melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri
Perawat Khairunnisah Laporkan Dugaan Penipuan Senilai Rp46 Juta ke Polres Batu Bara – Diduga Dijanjikan Kerja di PTPN IV
Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Klarifikasi Pemberitaan Sepihak – Tidak Ada Bukti Aktivitas Terlarang, Tes Urine Negatif
Lapas Kelas I Medan Hadirkan Layanan Administrasi Kependudukan bagi 604 WBP, Wujud Nyata Pelayanan Prima HBP ke-62
Peringati HBP Ke-62, Lapas Labuhan Ruku Ikuti Tasyakuran Virtual Via Zoom Bersama Pusat dan Beri Penghargaan Kepada Mitra Strategis
Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:48 WIB

DPP LPPI Dukung Transformasi Pemasyarakatan, Sebut Pujian Titiek Soeharto kepada Agus Andrianto Berdasarkan Kinerja Nyata

Minggu, 12 April 2026 - 17:54 WIB

Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua

Jumat, 10 April 2026 - 18:40 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 3 April 2026 - 16:50 WIB

Optimalkan Sertipikasi Tanah Wakaf, Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:00 WIB

Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan

Senin, 16 Maret 2026 - 11:11 WIB

Pengutipan Retribusi ke Wisata Air Panas Untuk Sementara Dihentikan Hingga Ada Keputusan Dari Pemkab Karo

Senin, 16 Maret 2026 - 11:04 WIB

LHKPN Kajari Karo Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Klarifikasi Terkait Data Kekayaan

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:09 WIB

Karya Nyata Pengusaha Muda Bandung, Mobil Kayu 1:1 Buatan Fawaz Salim Curi Perhatian

Berita Terbaru