BLT Lansia Diduga “Disunat” Diam-Diam? Rp300 Ribu Hilang Tanpa Jejak, Warga Purwodadi Meledak  Kades Bungkam, Wartawan Malah Diblokir

ASWAR

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:18 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang – Dugaan permainan kotor dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) lansia di Desa Purwodadi, Jalan Sekolah, Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, kini mulai menjadi sorotan tajam masyarakat. Bantuan yang sebelumnya diterima warga lansia sebesar Rp900 ribu tiba-tiba berubah menjadi Rp600 ribu tanpa penjelasan resmi, tanpa musyawarah, dan tanpa keterbukaan kepada publik.

 

Di Dusun 6 sendiri, tercatat sebanyak 20 KK lansia menerima bantuan tersebut. Namun para penerima mengaku kebingungan karena pemotongan nominal terjadi begitu saja seolah dianggap hal biasa. Tidak ada papan informasi, tidak ada pemberitahuan tertulis, bahkan tidak ada keberanian dari pihak desa untuk menjelaskan ke mana hilangnya Rp300 ribu yang sebelumnya diterima warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Biasanya Rp900 ribu, sekarang tinggal Rp600 ribu. Kami cuma disuruh terima saja. Mau bertanya pun seperti tidak dianggap,” ujar seorang lansia dengan wajah kecewa

 

Yang membuat publik geram, uang yang hilang itu bukan dana proyek mewah atau anggaran seremonial, melainkan bantuan untuk orang tua yang hidup dalam keterbatasan. Bagi lansia, Rp300 ribu bukan angka kecil. Itu bisa menjadi biaya beli obat, beras, kebutuhan makan, bahkan penopang hidup di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.

 

Warga mulai mempertanyakan, apakah pengurangan ini memang kebijakan resmi atau justru ada dugaan permainan yang sengaja ditutup rapat dari masyarakat? Sebab hingga kini tidak ada transparansi terbuka yang mampu menjawab keresahan warga.

 

Sorotan keras pun mengarah kepada Kepala Desa Purwodadi, Sugiatno. Banyak warga menilai kepemimpinannya gagal menghadirkan keterbukaan dan perlindungan terhadap hak masyarakat kecil. Ketika lansia menjerit karena bantuan berkurang, pemerintah desa justru dinilai memilih bungkam.

 

Lebih ironis lagi, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi melalui WhatsApp terkait perubahan nominal BLT tersebut, pihak terkait sama sekali tidak memberikan jawaban. Bahkan nomor wartawan diduga langsung diblokir usai mempertanyakan persoalan itu.

 

Sikap tertutup tersebut memicu dugaan liar di tengah masyarakat. Publik menilai, pemblokiran terhadap wartawan bukan tindakan yang pantas dilakukan pejabat publik yang menggunakan uang rakyat. Sebab media datang untuk meminta klarifikasi, bukan mencari musuh.

 

“Kalau memang semuanya bersih dan sesuai aturan, kenapa harus takut dikonfirmasi? Kenapa wartawan diblokir? Ini justru membuat masyarakat menduga ada sesuatu yang sengaja disembunyikan,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

 

Masyarakat kini mendesak Inspektorat, Dinas Sosial, hingga aparat penegak hukum segera turun melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyaluran BLT lansia di Desa Purwodadi. Warga meminta seluruh data penerima, nominal bantuan, hingga mekanisme pencairan dibuka secara terang-benderang agar tidak ada praktik bermain di atas penderitaan rakyat kecil.

 

Jika benar ada pemotongan bantuan tanpa dasar yang jelas, maka persoalan ini tidak lagi bisa dianggap sekadar kekeliruan administrasi. Ini sudah menyangkut dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pengkhianatan terhadap hak masyarakat lansia yang seharusnya dilindungi, bukan malah dibuat bingung dan dipaksa diam.

 

Jangan sampai uang bantuan untuk orang tua miskin berubah menjadi bancakan terselubung yang aman karena minim pengawasan. Sebab ketika hak lansia mulai dipermainkan dan suara wartawan dibungkam, publik berhak bertanya lebih jauh: siapa sebenarnya yang menikmati hilangnya Rp300 ribu itu?

Berita Terkait

Tanggapan Resmi Atas Pemberitaan Negatif Terkait Meninggalnya Tahanan
Menggugat Hak di Pengadilan, Eks Karyawan PT Torganda Diduga Diintimidasi: Buruh Mencari Keadilan, Perusahaan Menekan
Pers Diserang dengan Ancaman, Oknum NS Diduga Kalap Saat Pemberitaan Mulai Menyentuh Fakta Sensitif
Cetak Generasi Cerdas dan Berkarakter, Sekolah Nila Harapan Sukses Wisuda 70 Siswa Tahun 2026
Kalapas Binjai Perkuat Sinergitas dengan Polres Binjai, Bahas Pengamanan hingga Latihan Menembak Bersama
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polsek Tapung Hilir Bina Petani Sukseskan Ketahanan Pangan Kampar
Ketua KAKI Jatim Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-57 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Semoga Selalu Sehat Sukses Berkah Umur
Nanda Apriyan Syahwal, SH Resmi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua DPD LBH-Wartawan Deli Serdang Periode 2026–2028

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:46 WIB

Ganti Nama Tak Menyapu Bersih Jejak Lama, PT Rosin Masih Dipersoalkan Publik

Rabu, 29 April 2026 - 03:54 WIB

PT Rosin Trading Internasional di Gayo Lues Kian Dipersoalkan, dari Legalitas Usaha hingga Dugaan Masalah Ekspor

Selasa, 14 April 2026 - 19:47 WIB

Di Pengadilan Negeri Blangkejeren, Rabusin Ungkap Cacat Hukum dan Lemahnya Penegakan Fakta Hukum

Rabu, 8 April 2026 - 01:00 WIB

Ketika Unsur Pidana Dipertanyakan dan Bukti Tak Meyakinkan Beranikah Hakim Memvonis

Selasa, 7 April 2026 - 21:52 WIB

Kejanggalan Alat Bukti di Persidangan, Rabusin: Jangan Jadikan Warga Kecil Korban Sistem

Senin, 16 Maret 2026 - 23:53 WIB

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, SIK Tegaskan Pentingnya Sinergi dengan Media Saat Buka Puasa Bersama

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Terima Penghargaan Kapolda Aceh atas Keberhasilan Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Kamis, 19 Februari 2026 - 00:41 WIB

Kapolres Gayo Lues Bagikan Daging Meugang kepada Insan Pers Sambut Ramadhan 1447 H

Berita Terbaru