Dari Fasilitas Publik Jadi Bancakan Elit! Dugaan Korupsi di PPKS Medan Menguak Skema Kotor, Nepotisme dan Penggelembungan Anggaran Diduga Terjadi Terang-Terangan

ASWAR

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 13:00 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Medan — Dugaan praktik korupsi di tubuh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan kian mencuat ke permukaan. Bahkan, proyek pembangunan lapangan voli di lingkungan kantor yang beralamat di Jalan Brigjend Katamso No.51 itu kini menjadi sorotan tajam publik. Selasa (21/4/2026), berbagai indikasi penyimpangan mulai dari mark-up anggaran hingga dugaan praktik nepotisme disebut-sebut terjadi secara terang-terangan.

 

Pembangunan lapangan voli yang seharusnya menjadi fasilitas penunjang bagi karyawan dan masyarakat sekitar, justru diduga berubah menjadi ladang bancakan oknum tertentu. Proyek yang mestinya selesai tepat waktu kini terbengkalai, diduga kuat akibat permainan anggaran yang tidak wajar. Sumber di lapangan menyebut adanya permintaan penggelembungan biaya (mark-up) yang tidak masuk akal, sehingga menghambat proses pengerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tak hanya itu, aroma kolusi dan nepotisme juga tercium dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dugaan adanya “orang dalam” yang bermain untuk meloloskan pihak tertentu dalam pengerjaan proyek memperkuat indikasi bahwa pembangunan ini tidak berjalan secara profesional dan transparan. Jika benar, ini bukan sekadar pelanggaran administratif ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan publik.

 

Lebih jauh, proyek pembangunan lapangan voli ini diduga sarat praktik suap, pengalihan pekerjaan secara tidak sah, hingga ketidaksesuaian spesifikasi teknis. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. Publik pun mulai geram, menuntut adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

 

Desakan kini mengarah kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Komisi Pemberantasan Korupsi, serta Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk segera turun tangan. Publik menilai, jika praktik ini dibiarkan, bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kredibilitas institusi dan menghancurkan kepercayaan masyarakat.

 

Tak berhenti di situ, sorotan juga diarahkan kepada pimpinan daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta tidak tinggal diam. Bahkan, Ombudsman Republik Indonesia turut didesak untuk mengawasi dan mengusut dugaan maladministrasi dalam proyek ini.

 

Kasus ini menjadi cerminan betapa bobroknya tata kelola jika benar terjadi praktik kotor di balik proyek sederhana sekalipun. Lapangan voli yang seharusnya menjadi ruang publik sehat justru diduga dijadikan simbol kerakusan dan permainan kotor segelintir oknum.

 

Jika aparat penegak hukum masih memilih diam, maka publik berhak mempertanyakan: siapa sebenarnya yang dilindungi? Dan sampai kapan praktik semacam ini dibiarkan merajalela?

 

Red/Tim

Berita Terkait

BOS Digelontorkan Rp1,4 Miliar, Siswa Tetap Diperas? Dugaan Pungli di SMAN 1 Batang Kuis Menguak
Parah! Dana BOS Fantastis Tak Membekas, SMAN 2 Lubuk Pakam Diduga Malah ‘Peras’ Siswa Tiap Bulan
Judi Menggurita di Tandem Hilir: Diduga Ada ‘Orang Kuat’, Warga Jadi Korban
Anggaran Fantastis Rp476 Juta Diduga Tak Sesuai Realisasi, Program Ternak Kambing Desa Purwodadi Tuai Kecurigaan
Forum Terbuka di Malam Penutup Gathering Adobe Rokan Group Jadi Wadah Aspirasi, Komunikasi Staf dan Direksi Semakin Erat
Pisah Sambut Pejabat Manajerial, Momen Haru dan Penguatan Soliditas di Lapas Kelas I Makassar
Gotong Royong Perbaikan Pagar Kantor Desa Buntu Bedimbar, BPD Bantah Isu Anggaran: “Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta”
Skandal Pensiun Menguat, Duda ASN Dipersulit, Kadis Kesehatan Medan Kerap Tak di Kantor Saat Jam Kerja

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:32 WIB

62 SPPG Disetop Sementara Selama Ramadan, Kepala BGN Apresiasi Peran Masyarakat Awasi MBG

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:43 WIB

Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba, Pelajar se-Kota Bogor Hadiri Do’a Bersama yang Diadakan Catatan Akhir Sekolah

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:39 WIB

Aktivis Mahasiswa Pakuan Bogor Mengutuk Keras Tindakan Provokasi dan Anarkis Kelompok Penyusup Ditengah Aksi Massa

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:53 WIB

Ketua UPCS Risky Saputra Ketua UPCS, Serukan Perdamaian dan Solidaritas di Momen Hari HAM

Berita Terbaru