BOS Digelontorkan Rp1,4 Miliar, Siswa Tetap Diperas? Dugaan Pungli di SMAN 1 Batang Kuis Menguak

ASWAR

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 10:19 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang — Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan. Dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SMA Negeri 1 Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, memicu perhatian publik.

 

Sekolah tersebut diketahui menerima dana BOS dengan total mencapai Rp1.475.342.870 dalam satu tahun anggaran. Dana itu disalurkan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada 22 Januari 2025 sebesar Rp740.240.000 dan tahap kedua pada 17 September 2025 sebesar Rp735.102.870.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun demikian, berdasarkan keterangan sejumlah siswa dan orang tua murid, pihak sekolah diduga masih melakukan pungutan rutin sebesar Rp100.000 per siswa setiap bulan. Dengan jumlah siswa sebanyak 958 orang, pungutan tersebut diperkirakan mencapai Rp90.580.000 per bulan atau sekitar Rp1.086.960.000 dalam setahun.

 

Praktik tersebut menuai pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya, pemerintah pusat melalui Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah telah menegaskan larangan pungutan yang bersifat wajib dan mengikat di sekolah negeri.

 

Adapun rincian penggunaan dana BOS di SMA Negeri 1 Batang Kuis antara lain untuk penerimaan peserta didik baru sebesar Rp23.010.000, pengembangan perpustakaan Rp556.729.400, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp223.296.730, asesmen pembelajaran Rp223.296.730, administrasi kegiatan sekolah Rp157.064.270, pengembangan profesi tenaga pendidik Rp40.669.409, langganan daya dan jasa Rp87.256.520, serta pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp287.818.571.

 

Ketua DPD LSM PKR Deli Serdang, Nanda Afriyan Syah, menyatakan pihaknya telah melaporkan dugaan tersebut kepada Inspektorat dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Laporan itu dilakukan setelah pihak sekolah dinilai tidak memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi.

 

“Kami sudah menyampaikan laporan resmi. Harapannya, ada pemeriksaan menyeluruh terkait pengelolaan dana BOS dan dugaan pungutan terhadap siswa,” ujarnya.

 

Selain itu, ia juga menyoroti sikap kepala sekolah yang disebut kerap tidak berada di tempat saat jam kerja, sehingga menimbulkan kesan kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMA Negeri 1 Batang Kuis belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

 

Ironisnya, di tengah gelontoran dana negara yang mencapai miliaran rupiah, praktik pungutan terhadap siswa justru tetap berjalan seolah tanpa beban. Jika benar terjadi, kondisi ini bukan sekadar pelanggaran aturan, melainkan bentuk pengabaian terang-terangan terhadap amanat negara dalam menjamin pendidikan yang layak dan bebas pungutan. Publik berhak curiga ke mana sebenarnya aliran dana itu bermuara?

 

Lebih tajam lagi, sikap tertutup dan dugaan ketidakhadiran kepala sekolah saat jam kerja memperkuat kesan adanya sesuatu yang sengaja disembunyikan. Jika pengelolaan anggaran dilakukan secara bersih dan transparan, tidak ada alasan untuk menghindar. Aparat penegak hukum kini diuji: berani membongkar atau membiarkan praktik ini terus menjadi “rahasia umum” di dunia pendidikan.

 

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait guna memastikan pengelolaan dana pendidikan berjalan sesuai aturan serta tidak membebani peserta didik dan orang tua.

 

Red/Tim

Berita Terkait

Dari Fasilitas Publik Jadi Bancakan Elit! Dugaan Korupsi di PPKS Medan Menguak Skema Kotor, Nepotisme dan Penggelembungan Anggaran Diduga Terjadi Terang-Terangan
Parah! Dana BOS Fantastis Tak Membekas, SMAN 2 Lubuk Pakam Diduga Malah ‘Peras’ Siswa Tiap Bulan
Judi Menggurita di Tandem Hilir: Diduga Ada ‘Orang Kuat’, Warga Jadi Korban
Anggaran Fantastis Rp476 Juta Diduga Tak Sesuai Realisasi, Program Ternak Kambing Desa Purwodadi Tuai Kecurigaan
Forum Terbuka di Malam Penutup Gathering Adobe Rokan Group Jadi Wadah Aspirasi, Komunikasi Staf dan Direksi Semakin Erat
Pisah Sambut Pejabat Manajerial, Momen Haru dan Penguatan Soliditas di Lapas Kelas I Makassar
Gotong Royong Perbaikan Pagar Kantor Desa Buntu Bedimbar, BPD Bantah Isu Anggaran: “Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta”
Skandal Pensiun Menguat, Duda ASN Dipersulit, Kadis Kesehatan Medan Kerap Tak di Kantor Saat Jam Kerja

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:32 WIB

62 SPPG Disetop Sementara Selama Ramadan, Kepala BGN Apresiasi Peran Masyarakat Awasi MBG

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:43 WIB

Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba, Pelajar se-Kota Bogor Hadiri Do’a Bersama yang Diadakan Catatan Akhir Sekolah

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:39 WIB

Aktivis Mahasiswa Pakuan Bogor Mengutuk Keras Tindakan Provokasi dan Anarkis Kelompok Penyusup Ditengah Aksi Massa

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:53 WIB

Ketua UPCS Risky Saputra Ketua UPCS, Serukan Perdamaian dan Solidaritas di Momen Hari HAM

Berita Terbaru