Detiktimur.net Tandem Hilir — Keberadaan sebuah rumah toko (ruko) di kawasan Perumahan Boldam Residence, Tandem Hilir, yang diduga dijadikan lokasi praktik judi tembak ikan, kian memicu keresahan serius di tengah masyarakat. Aktivitas yang berlangsung di dalam bangunan tersebut bukan hanya dinilai melanggar hukum, tetapi juga dianggap merusak tatanan sosial di lingkungan warga.
Dari pantauan wartawan saat melakukan investigasi di lokasi, ruko tersebut terlihat ramai dikunjungi sejumlah orang yang diduga sebagai pemain. Deretan sepeda motor terparkir di depan bangunan, sementara aktivitas keluar masuk berlangsung cukup intens, terutama pada jam-jam tertentu. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa tempat tersebut aktif digunakan sebagai arena perjudian.
Warga menyebut, praktik ini bukanlah hal baru. Aktivitas diduga telah berlangsung cukup lama dan terkesan berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Situasi ini memunculkan kecurigaan adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan oknum tertentu yang mengambil keuntungan dari aktivitas tersebut.
Tak hanya itu, keberadaan lokasi judi tersebut disebut sangat meresahkan masyarakat sekitar hingga memicu kemarahan. Lingkungan yang sebelumnya relatif tenang kini berubah menjadi titik yang dipandang rawan dan tidak kondusif.
Sejumlah warga juga menyebut adanya nama berinisial Putra yang diduga memiliki peran dalam membekingi operasional lokasi tersebut. Meski demikian, informasi ini masih sebatas keterangan warga dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Ironisnya, lokasi ruko itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari Gereja HKBP Tandem Hilir. Kedekatan ini dinilai semakin memperparah dampak sosial yang ditimbulkan, karena aktivitas yang diduga ilegal itu berada sangat dekat dengan tempat ibadah.
Seorang warga berinisial ST secara tegas mengungkapkan keresahan yang dirasakan masyarakat. Ia menilai keberadaan lokasi tersebut tidak hanya berdampak pada moral, tetapi juga mengganggu kondisi ekonomi warga.
“Lokasi itu sangat meresahkan, bang. Selain merusak moral, juga merusak sistem ekonomi kami di sini. Sudah cari uang susah, malah ada tempat seperti itu. Kami jadi muak,” ujarnya.
ST juga menyoroti kekhawatiran yang lebih dalam terkait dampak terhadap keluarga di lingkungan tersebut.
“Yang paling kami khawatirkan kalau suami dan anak-anak kami ikut terpengaruh bermain di situ. Apalagi kami dengar ada oknum-oknum yang ikut mengamankan lokasi itu,” tegasnya.
Selain itu, warga mengaku kerap melihat kendaraan patroli memasuki kawasan tersebut. Namun, menurut mereka, kehadiran aparat tidak diikuti dengan tindakan penindakan yang jelas.
“Sering terlihat mobil patroli masuk, tapi tidak ada tindakan. Itu yang buat kami makin bingung,” tambah warga lainnya.
Saat dikonfirmasi terkait dugaan aktivitas tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tandem Hilir memberikan tanggapan singkat melalui pesan WhatsApp. Ia menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan serta memastikan akan menindaklanjutinya. “Makasih informasi pak, segera kita lanjutin laporannya pak,” tulisnya dalam balasan kepada wartawan.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum menjelaskan secara rinci langkah konkret yang akan diambil pihak kepolisian. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait keseriusan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Warga berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas yang dinilai merusak lingkungan tersebut, demi mengembalikan rasa aman dan ketertiban di tengah masyarakat.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait keseriusan penegakan hukum di wilayah tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas yang dinilai merusak lingkungan tersebut.
Red/Tim
































