Judi Menggurita di Tandem Hilir: Diduga Ada ‘Orang Kuat’, Warga Jadi Korban

ASWAR

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 21:24 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Tandem Hilir — Keberadaan sebuah rumah toko (ruko) di kawasan Perumahan Boldam Residence, Tandem Hilir, yang diduga dijadikan lokasi praktik judi tembak ikan, kian memicu keresahan serius di tengah masyarakat. Aktivitas yang berlangsung di dalam bangunan tersebut bukan hanya dinilai melanggar hukum, tetapi juga dianggap merusak tatanan sosial di lingkungan warga.

 

Dari pantauan wartawan saat melakukan investigasi di lokasi, ruko tersebut terlihat ramai dikunjungi sejumlah orang yang diduga sebagai pemain. Deretan sepeda motor terparkir di depan bangunan, sementara aktivitas keluar masuk berlangsung cukup intens, terutama pada jam-jam tertentu. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa tempat tersebut aktif digunakan sebagai arena perjudian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Warga menyebut, praktik ini bukanlah hal baru. Aktivitas diduga telah berlangsung cukup lama dan terkesan berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Situasi ini memunculkan kecurigaan adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan oknum tertentu yang mengambil keuntungan dari aktivitas tersebut.

 

Tak hanya itu, keberadaan lokasi judi tersebut disebut sangat meresahkan masyarakat sekitar hingga memicu kemarahan. Lingkungan yang sebelumnya relatif tenang kini berubah menjadi titik yang dipandang rawan dan tidak kondusif.

 

Sejumlah warga juga menyebut adanya nama berinisial Putra yang diduga memiliki peran dalam membekingi operasional lokasi tersebut. Meski demikian, informasi ini masih sebatas keterangan warga dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Ironisnya, lokasi ruko itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari Gereja HKBP Tandem Hilir. Kedekatan ini dinilai semakin memperparah dampak sosial yang ditimbulkan, karena aktivitas yang diduga ilegal itu berada sangat dekat dengan tempat ibadah.

 

Seorang warga berinisial ST secara tegas mengungkapkan keresahan yang dirasakan masyarakat. Ia menilai keberadaan lokasi tersebut tidak hanya berdampak pada moral, tetapi juga mengganggu kondisi ekonomi warga.

 

“Lokasi itu sangat meresahkan, bang. Selain merusak moral, juga merusak sistem ekonomi kami di sini. Sudah cari uang susah, malah ada tempat seperti itu. Kami jadi muak,” ujarnya.

 

ST juga menyoroti kekhawatiran yang lebih dalam terkait dampak terhadap keluarga di lingkungan tersebut.

 

“Yang paling kami khawatirkan kalau suami dan anak-anak kami ikut terpengaruh bermain di situ. Apalagi kami dengar ada oknum-oknum yang ikut mengamankan lokasi itu,” tegasnya.

 

Selain itu, warga mengaku kerap melihat kendaraan patroli memasuki kawasan tersebut. Namun, menurut mereka, kehadiran aparat tidak diikuti dengan tindakan penindakan yang jelas.

 

“Sering terlihat mobil patroli masuk, tapi tidak ada tindakan. Itu yang buat kami makin bingung,” tambah warga lainnya.

 

Saat dikonfirmasi terkait dugaan aktivitas tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tandem Hilir memberikan tanggapan singkat melalui pesan WhatsApp. Ia menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan serta memastikan akan menindaklanjutinya. “Makasih informasi pak, segera kita lanjutin laporannya pak,” tulisnya dalam balasan kepada wartawan.

 

Meski demikian, pernyataan tersebut belum menjelaskan secara rinci langkah konkret yang akan diambil pihak kepolisian. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait keseriusan penegakan hukum di wilayah tersebut.

 

Warga berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas yang dinilai merusak lingkungan tersebut, demi mengembalikan rasa aman dan ketertiban di tengah masyarakat.

 

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait keseriusan penegakan hukum di wilayah tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas yang dinilai merusak lingkungan tersebut.

 

Red/Tim

Berita Terkait

Anggaran Fantastis Rp476 Juta Diduga Tak Sesuai Realisasi, Program Ternak Kambing Desa Purwodadi Tuai Kecurigaan
Aktivitas Penyulingan Minyak Mentah dan Dugaan Pengoplosan Solar Subsidi di Gudang Medan Labuhan Kian Terbuka, Nama Andre Sinaga Mencuat, Warga Resah dan Pertanyakan Sikap Aparat
Forum Terbuka di Malam Penutup Gathering Adobe Rokan Group Jadi Wadah Aspirasi, Komunikasi Staf dan Direksi Semakin Erat
Pisah Sambut Pejabat Manajerial, Momen Haru dan Penguatan Soliditas di Lapas Kelas I Makassar
Gotong Royong Perbaikan Pagar Kantor Desa Buntu Bedimbar, BPD Bantah Isu Anggaran: “Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta”
Skandal Pensiun Menguat, Duda ASN Dipersulit, Kadis Kesehatan Medan Kerap Tak di Kantor Saat Jam Kerja
Namorambe Darurat Judi! Mesin Tembak Ikan Beroperasi Terang-terangan, Dugaan Setoran ke Oknum Aparat Kian Menguat di Tengah Masyarakat
Dana BOS Rp3,45 Miliar Mengalir, Pungutan Rp100 Ribu/Siswa Jalan Terus di SMKN 1 Lubuk Pakam Siapa Bermain?

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:24 WIB

Judi Menggurita di Tandem Hilir: Diduga Ada ‘Orang Kuat’, Warga Jadi Korban

Senin, 20 April 2026 - 20:42 WIB

Anggaran Fantastis Rp476 Juta Diduga Tak Sesuai Realisasi, Program Ternak Kambing Desa Purwodadi Tuai Kecurigaan

Minggu, 19 April 2026 - 17:02 WIB

Aktivitas Penyulingan Minyak Mentah dan Dugaan Pengoplosan Solar Subsidi di Gudang Medan Labuhan Kian Terbuka, Nama Andre Sinaga Mencuat, Warga Resah dan Pertanyakan Sikap Aparat

Sabtu, 18 April 2026 - 16:54 WIB

Pisah Sambut Pejabat Manajerial, Momen Haru dan Penguatan Soliditas di Lapas Kelas I Makassar

Jumat, 17 April 2026 - 19:24 WIB

Gotong Royong Perbaikan Pagar Kantor Desa Buntu Bedimbar, BPD Bantah Isu Anggaran: “Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta”

Kamis, 16 April 2026 - 11:34 WIB

Skandal Pensiun Menguat, Duda ASN Dipersulit, Kadis Kesehatan Medan Kerap Tak di Kantor Saat Jam Kerja

Selasa, 14 April 2026 - 21:15 WIB

Namorambe Darurat Judi! Mesin Tembak Ikan Beroperasi Terang-terangan, Dugaan Setoran ke Oknum Aparat Kian Menguat di Tengah Masyarakat

Selasa, 14 April 2026 - 13:01 WIB

Dana BOS Rp3,45 Miliar Mengalir, Pungutan Rp100 Ribu/Siswa Jalan Terus di SMKN 1 Lubuk Pakam Siapa Bermain?

Berita Terbaru