Aktivitas Penyulingan Minyak Mentah dan Dugaan Pengoplosan Solar Subsidi di Gudang Medan Labuhan Kian Terbuka, Nama Andre Sinaga Mencuat, Warga Resah dan Pertanyakan Sikap Aparat

ASWAR

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 17:02 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Belawan — Dugaan praktik mafia migas kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Kota Medan. Sebuah gudang di Jalan Gudang Kapur, Pasar Lama, Lingkungan 29, Kol. Yos Sudarso KM 20, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, yang dikaitkan dengan nama Andre Sinaga, disinyalir menjadi pusat penyulingan minyak mentah (kondensat) sekaligus lokasi pengoplosan solar subsidi secara ilegal.

 

Informasi yang dihimpun menyebut, aktivitas di gudang tersebut bukan sekadar permainan kecil, melainkan diduga bagian dari skema besar yang terstruktur dan berlangsung dalam waktu lama. Minyak mentah diolah secara sembunyi-sembunyi, lalu dicampur dengan solar subsidi yang diduga diperoleh dari jaringan SPBU “titipan”. Hasil oplosan itu kemudian dipasarkan kembali dengan harga tinggi, sementara kualitasnya dipermainkan demi mengejar keuntungan maksimal, Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Skema kotor ini disebut-sebut menjadi mesin uang yang menghasilkan ratusan juta rupiah. Dugaan praktik ini jelas bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menggerogoti subsidi negara yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil. Di sisi lain, konsumen yang membeli BBM hasil oplosan berisiko mengalami kerusakan kendaraan akibat kualitas bahan bakar yang tidak sesuai standar.

 

Yang lebih mengerikan, aktivitas berbahaya ini justru berada di tengah pemukiman warga. Gudang tersebut disinyalir menjadi “bom waktu” yang setiap saat bisa memicu kebakaran hebat. Bau menyengat, aktivitas bongkar muat mencurigakan, hingga keluar masuk kendaraan pada jam-jam tidak wajar menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut bukan isapan jempol semata.

 

Warga sekitar pun hidup dalam tekanan dan ketakutan. Mereka merasa keselamatan mereka dipertaruhkan demi praktik ilegal yang diduga hanya menguntungkan segelintir orang.

 

“Kalau sampai meledak, habis semua rumah di sini. Tapi anehnya, sampai sekarang tidak ada tindakan. Seolah-olah ada yang melindungi,” ujar seorang warga dengan nada kesal bercampur takut.

 

Kondisi ini memunculkan kecurigaan serius terhadap aparat penegak hukum. Dugaan pembiaran hingga kemungkinan adanya “main mata” menjadi perbincangan liar di tengah masyarakat. Pasalnya, aktivitas berskala besar seperti ini dinilai mustahil berjalan lancar tanpa adanya pihak yang sengaja menutup mata atau diduga ikut menikmati aliran uangnya.

 

Publik kini mempertanyakan integritas penegakan hukum: apakah aparat benar-benar tidak mengetahui, atau justru memilih diam? Jika dugaan ini benar, maka ini bukan lagi sekadar kasus ilegal biasa, melainkan potret nyata bagaimana hukum bisa tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

 

Jika tidak segera ditindak, praktik seperti ini berpotensi menjadi preseden buruk bahwa bisnis ilegal bisa tumbuh subur di tengah pemukiman warga, selama ada kekuatan yang membekingi. Dan ketika itu terjadi, yang dipertaruhkan bukan hanya kerugian negara, tetapi juga nyawa masyarakat yang setiap hari hidup di bawah ancaman ledakan dan kebakaran.

Berita Terkait

Forum Terbuka di Malam Penutup Gathering Adobe Rokan Group Jadi Wadah Aspirasi, Komunikasi Staf dan Direksi Semakin Erat
Pisah Sambut Pejabat Manajerial, Momen Haru dan Penguatan Soliditas di Lapas Kelas I Makassar
Gotong Royong Perbaikan Pagar Kantor Desa Buntu Bedimbar, BPD Bantah Isu Anggaran: “Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta”
Skandal Pensiun Menguat, Duda ASN Dipersulit, Kadis Kesehatan Medan Kerap Tak di Kantor Saat Jam Kerja
Namorambe Darurat Judi! Mesin Tembak Ikan Beroperasi Terang-terangan, Dugaan Setoran ke Oknum Aparat Kian Menguat di Tengah Masyarakat
Dana BOS Rp3,45 Miliar Mengalir, Pungutan Rp100 Ribu/Siswa Jalan Terus di SMKN 1 Lubuk Pakam Siapa Bermain?
Dugaan Dedy Sitomorang di Balik Bisnis Judi, Aparat Dinilai Lindungi dan Tutupi
Warga Mangkubumi Apresiasi Satnarkoba Polrestabes Medan, Atas Penagkapan yang Diduga Bandar Narkoba yang Meresahkan 

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:02 WIB

Aktivitas Penyulingan Minyak Mentah dan Dugaan Pengoplosan Solar Subsidi di Gudang Medan Labuhan Kian Terbuka, Nama Andre Sinaga Mencuat, Warga Resah dan Pertanyakan Sikap Aparat

Sabtu, 18 April 2026 - 23:24 WIB

Forum Terbuka di Malam Penutup Gathering Adobe Rokan Group Jadi Wadah Aspirasi, Komunikasi Staf dan Direksi Semakin Erat

Sabtu, 18 April 2026 - 16:54 WIB

Pisah Sambut Pejabat Manajerial, Momen Haru dan Penguatan Soliditas di Lapas Kelas I Makassar

Kamis, 16 April 2026 - 11:34 WIB

Skandal Pensiun Menguat, Duda ASN Dipersulit, Kadis Kesehatan Medan Kerap Tak di Kantor Saat Jam Kerja

Selasa, 14 April 2026 - 21:15 WIB

Namorambe Darurat Judi! Mesin Tembak Ikan Beroperasi Terang-terangan, Dugaan Setoran ke Oknum Aparat Kian Menguat di Tengah Masyarakat

Selasa, 14 April 2026 - 13:01 WIB

Dana BOS Rp3,45 Miliar Mengalir, Pungutan Rp100 Ribu/Siswa Jalan Terus di SMKN 1 Lubuk Pakam Siapa Bermain?

Senin, 13 April 2026 - 22:44 WIB

Dugaan Dedy Sitomorang di Balik Bisnis Judi, Aparat Dinilai Lindungi dan Tutupi

Senin, 13 April 2026 - 20:05 WIB

Warga Mangkubumi Apresiasi Satnarkoba Polrestabes Medan, Atas Penagkapan yang Diduga Bandar Narkoba yang Meresahkan 

Berita Terbaru