Jeruji Tak Membungkam Bisnis Haram: Dugaan Keterlibatan Oknum Pegawai dalam Peredaran Narkoba di Rutan Medan

ASWAR

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:39 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Medan — Aroma busuk dugaan peredaran narkoba di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan kembali mencuat ke permukaan. Ironisnya, praktik haram itu disebut-sebut berlangsung di balik ketatnya pengawasan petugas, bahkan diduga melibatkan oknum pegawai serta tamping yang diberi kepercayaan mengatur warga binaan di dalam blok tahanan.

 

Fakta mencengangkan itu terungkap dari pengakuan seorang warga binaan kepada ibunya berinisial RT saat jam kunjungan di Rutan Tanjung Gusta Medan. Dengan nada penuh keresahan, warga binaan tersebut mengeluhkan maraknya peredaran narkoba yang disebut masih bebas beroperasi hampir di seluruh blok hunian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut penuturan ibu RT, anaknya saat ini sedang menjalani program pembinaan keagamaan di dalam rutan sebagai bentuk upaya memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun di tengah proses pembinaan spiritual tersebut, anaknya justru merasa kecewa karena lingkungan di dalam rutan dinilai masih dipenuhi praktik peredaran narkoba yang diduga berjalan terang-terangan.

 

“Anak saya ikut pembinaan keagamaan supaya berubah jadi lebih baik. Tapi dia bilang narkoba masih bebas beredar di dalam, terutama di blok Gajah Mada. Katanya yang mengatur itu tamping inisial Suleman dan Gogo,” ujar ibu RT kepada awak media.

 

Kondisi itu dinilai sangat memprihatinkan. Program pembinaan keagamaan yang seharusnya menjadi jalan hijrah dan pembentukan karakter warga binaan justru disebut tercoreng oleh dugaan praktik narkoba yang masih hidup di balik jeruji besi. Rutan yang semestinya menjadi tempat pembinaan moral dan mental kini malah disorot bak “sarang peredaran narkoba” yang sulit disentuh.

 

Tak hanya itu, dugaan keterlibatan oknum petugas keamanan pun ikut menyeruak. Seorang pegawai berinisial AA disebut-sebut mengetahui bahkan diduga membiarkan aktivitas haram tersebut tetap berjalan mulus di dalam rutan. Jika dugaan itu benar, maka kondisi tersebut menjadi tamparan keras bagi institusi pemasyarakatan yang selama ini menggembar-gemborkan perang terhadap narkoba.

 

Publik pun mempertanyakan bagaimana barang haram bisa masuk dengan mudah ke dalam rutan yang memiliki sistem pengamanan berlapis. Dugaan adanya permainan antara tamping dan oknum pegawai semakin memperkuat kecurigaan masyarakat bahwa praktik tersebut bukan lagi rahasia di dalam tembok penjara.

 

Lebih parah lagi, keberadaan narkoba di dalam tahanan dinilai merusak seluruh proses rehabilitasi moral warga binaan. Ceramah agama, pembinaan akhlak, hingga kegiatan rohani seolah kehilangan makna ketika peredaran narkoba masih diduga berlangsung bebas tanpa tindakan tegas.

 

Situasi ini dikhawatirkan akan menghancurkan harapan warga binaan yang benar-benar ingin berubah. Sebab di tengah upaya memperbaiki diri melalui pendekatan keagamaan, mereka justru dihadapkan pada lingkungan yang masih dipenuhi pengaruh narkotika.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rutan Kelas I Medan maupun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan serius tersebut. Sikap bungkam itu memicu sorotan tajam masyarakat dan menimbulkan pertanyaan besar soal pengawasan internal di dalam rutan.

 

Masyarakat mendesak Dirjen Pemasyarakatan dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan razia menyeluruh serta investigasi transparan terhadap dugaan mafia narkoba di dalam Rutan Kelas I Medan. Bila terbukti ada oknum pegawai maupun tamping yang bermain, publik meminta agar mereka dicopot dan diproses pidana tanpa kompromi.

 

Red/Tim

Berita Terkait

Warga Tanjung Mulia Resah! Gudang Diduga Jadi Tempat Penimbunan Solar Subsidi, Mabes Polri Diminta Turun Tangan
Ketua Umum KJNI: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikorbankan, Copot Kepala DLHK Jika Tak Mampu Menjalankan Amanah
Kapolres Bulukumba Hadiri Akad Nikah Tahanan, Momentum Humanis di Hari Bhayangkara ke-80
BET Konser HUT Deli Serdang untuk Orang Dekat Bupati? Warga Tanpa BET Hanya Bisa Menonton dari Samping Panggung dan Pinggir Jalan
Peringatan HUT Bhayangkara ke-80, Polres Rokan Hilir Tegaskan Komitmen Melayani dan Beradaptasi
Siap-Siap Terungkap? Dumas GEMPAR Sumut Resmi Diterima dan Diteruskan ke Jampidsus
Berlangsung Khidmat, Kapolres Bulukumba Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek CV Sinar Tiga Picu Amarah Warga: Jalan yang Semula Bisa Dilalui Kini Berubah Jadi Kubangan Lumpur

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:04 WIB

Ketika Jual Beli Rumah Sendiri Dipidana Secara Adat, Putusan Jambur Lak-lak Memantik Dugaan Rekayasa

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:51 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:45 WIB

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:40 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara: Media Harus Jadi Pilar Demokrasi, Bukan Alat Propaganda Politik

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:15 WIB

Bakti Sosial Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Bersama Polres Aceh Tenggara Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:24 WIB

Polres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah Bersama Media dan Mahasiswa STIK, Perkuat Sinergi di Hari Pers Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:45 WIB

Pajri Gegoh: Unjuk Rasa LSM yang Serang Polisi Bisa Jadi Alat Propaganda Bandar Narkoba

Jumat, 19 Desember 2025 - 12:06 WIB

Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ungkap Praktik Prostitusi, Amankan Satu Mucikari dan Dua PSK

Berita Terbaru