Dana Desa Tembung Rp2,1 Miliar Direalisasikan, Publik Curigai Ada Kejanggalan Pengelolaan Anggaran

ASWAR

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:10 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deliserdang – Aduan masyarakat terkait dugaan penyimpangan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, kini mencuat dan menjadi sorotan publik. Isu ini bahkan telah masuk ke ruang diskusi Aliansi mahasiswa yang menilai pengelolaan anggaran desa tersebut menyimpan banyak tanda tanya. Dana yang seharusnya menjadi motor pembangunan desa justru memicu kecurigaan masyarakat.

 

Bukan kabar kemajuan yang mengemuka, melainkan satu pertanyaan besar yang kini bergema di tengah warga: ke mana sebenarnya aliran dana miliaran rupiah tersebut? Dugaan ketidaksesuaian antara besarnya anggaran dan kondisi nyata di lapangan membuat publik mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan keuangan desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan data yang dihimpun, Pemerintah Desa Tembung pada tahun 2025 menganggarkan Dana Desa sebesar Rp2.736.912.000 dengan realisasi mencapai Rp2.151.016.360 dalam satu tahun anggaran. Nilai tersebut tergolong besar untuk skala satu desa, sehingga wajar jika masyarakat menuntut kejelasan atas penggunaan setiap rupiah dari dana tersebut.

 

Namun kondisi di lapangan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan besarnya dana yang telah digelontorkan. Sejumlah warga menilai pembangunan yang dilakukan belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas infrastruktur maupun pelayanan publik di desa.

 

Dalam dokumen anggaran tercatat sedikitnya 10 item kegiatan pembangunan infrastruktur, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan jalan desa, pengerasan jalan lingkungan, peningkatan sarana prasarana Posyandu, Polindes, PKD hingga perbaikan gang permukiman. Total anggaran untuk sepuluh kegiatan tersebut mencapai Rp576.008.500.

 

Meski demikian, publik mulai menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dengan realisasi di lapangan. Beberapa pihak bahkan mempertanyakan dugaan perbedaan lokasi proyek yang tercantum dalam administrasi dengan kondisi fisik yang ditemukan. Jika benar terjadi, persoalan ini tidak lagi sekadar kesalahan administratif, tetapi berpotensi mengarah pada indikasi permainan anggaran.

 

Ketua Aliansi Mahasiswa HIMAPERA Deli Serdang, Izal Dirgantara, juga menyoroti sejumlah item kegiatan yang dinilai janggal, salah satunya program penyuluhan dan pelatihan bidang kesehatan dengan total anggaran mencapai Rp134.739.500. Nilai tersebut dinilai terlalu besar jika hanya digunakan untuk kegiatan pelatihan.

 

Selain itu, sorotan tajam juga mengarah pada penyertaan modal desa sebesar Rp547.383.400. Angka yang sangat besar ini justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat karena manfaat ekonominya dinilai belum dirasakan secara nyata oleh warga. Dana yang seharusnya menggerakkan ekonomi melalui BUMDes dianggap belum menunjukkan hasil yang jelas.

 

Sektor kesehatan juga menjadi perhatian. Dalam dokumen anggaran tercatat Rp215.026.800 dialokasikan untuk program kesehatan seperti Posyandu, makanan tambahan, obat-obatan hingga insentif tenaga medis. Namun saat banjir melanda, sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh obat-obatan, memicu kemarahan karena anggaran yang besar dinilai tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima.

 

Aliansi aktivis HIMAPERA Deli Serdang mendesak Bupati Deli Serdang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Dana Desa di Desa Tembung. Mereka juga meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Polda Sumut melakukan audit total. Menurut mereka, dana sebesar Rp2.151.016.360 bukanlah angka kecil. Itu adalah uang rakyat. Jika dugaan penyimpangan ini terbukti, maka yang dipertaruhkan bukan hanya laporan keuangan desa, tetapi juga integritas pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

(Rz/TM)

Berita Terkait

Diduga Kebal Hukum? Gudang Penampungan Solar Subsidi di Pasar 9 Manunggal Disorot, Pakar Ingatkan Pembiaran Mafia BBM Ancam Ekonomi Negara
KAMMI Deli Serdang Perkuat Sinergi Ulama dan Pemuda untuk Membangun Daerah
Ditemani Kuasa Hukum Dr. Selamat Widodo, Arif Rahman Hakim S.E. Lapor Pencurian dan Penadahan Sawit yang Telah Berlangsung Bertahun-tahun
Bangun Fondasi Kolaborasi untuk Deli Serdang, Ketua Umum Terpilih PD KAMMI Temui DPRD
KAMMI Deli Serdang Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemuda dan Polri untuk Menjaga Stabilitas Daerah
KAMMI Deli Serdang Dorong Kolaborasi dengan Kemenag, Program Bina Desa Disiapkan untuk Perkuat Pemberdayaan Masyarakat
Warga Tanjung Mulia Resah! Gudang Diduga Jadi Tempat Penimbunan Solar Subsidi, Mabes Polri Diminta Turun Tangan
Ketua Umum KJNI: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikorbankan, Copot Kepala DLHK Jika Tak Mampu Menjalankan Amanah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:27 WIB

Diduga Kebal Hukum? Gudang Penampungan Solar Subsidi di Pasar 9 Manunggal Disorot, Pakar Ingatkan Pembiaran Mafia BBM Ancam Ekonomi Negara

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:18 WIB

KAMMI Deli Serdang Perkuat Sinergi Ulama dan Pemuda untuk Membangun Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

Ditemani Kuasa Hukum Dr. Selamat Widodo, Arif Rahman Hakim S.E. Lapor Pencurian dan Penadahan Sawit yang Telah Berlangsung Bertahun-tahun

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:13 WIB

Bangun Fondasi Kolaborasi untuk Deli Serdang, Ketua Umum Terpilih PD KAMMI Temui DPRD

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:10 WIB

KAMMI Deli Serdang Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemuda dan Polri untuk Menjaga Stabilitas Daerah

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:41 WIB

Warga Tanjung Mulia Resah! Gudang Diduga Jadi Tempat Penimbunan Solar Subsidi, Mabes Polri Diminta Turun Tangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:20 WIB

Ketua Umum KJNI: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikorbankan, Copot Kepala DLHK Jika Tak Mampu Menjalankan Amanah

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:09 WIB

Kapolres Bulukumba Hadiri Akad Nikah Tahanan, Momentum Humanis di Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru