Dana Rp19.824.000 Tertahan, Nasabah Pertanyakan Kepastian Pelayanan dan Penyelesaian Rekening Terblokir

ASWAR

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:54 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net MEDAN – Putri Handayani, warga Desa Manunggal, Kecamatan Medan Helvetia, mengaku mengalami kesulitan setelah rekening bank swasta BCA miliknya terblokir. Akibatnya, dana sebesar Rp19.824.000 yang tersimpan di dalam rekening tersebut tidak dapat digunakan maupun dicairkan,kamis(11/6/2026)

 

Persoalan itu semakin memberatkan karena menurut Putri, dana yang berada di rekening tersebut sangat dibutuhkannya untuk keperluan pengobatan. Namun hingga kini, akses terhadap uang miliknya sendiri belum dapat dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Saat ini saya sangat membutuhkan uang itu untuk biaya pengobatan. Uang saya ada di rekening, tetapi tidak bisa saya ambil karena diblokir. Saya bingung harus bagaimana lagi,” ungkap Putri dengan nada kecewa.

 

Berharap memperoleh solusi, Putri mendatangi kantor cabang BCA di kawasan Komplek Tomang Elok, Medan. Namun menurut pengakuannya, penyelesaian yang diharapkan tidak kunjung didapat. Ia justru diarahkan untuk mengurus persoalan tersebut ke kantor pusat di Jakarta.

 

Bagi Putri, arahan tersebut terasa memberatkan. Selain harus menghadapi persoalan rekening yang tidak dapat digunakan, dirinya juga dihadapkan pada prosedur yang dinilai rumit di tengah kondisi yang mendesak.

 

Tak hanya itu, Putri mengaku pelayanan yang diterimanya terkesan saling lempar tanggung jawab tanpa memberikan kepastian kapan rekeningnya dapat kembali diakses. Kondisi tersebut membuatnya merasa dipersulit untuk memperoleh hak atas dana sebesar Rp19.824.000 yang tersimpan di rekening miliknya sendiri.

 

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pelayanan kepada nasabah, terutama ketika seseorang sedang menghadapi kebutuhan mendesak seperti biaya pengobatan. Sebab dalam situasi seperti itu, kecepatan pelayanan, kejelasan informasi, dan kepastian penyelesaian menjadi hal yang sangat penting.

 

Putri berharap pihak bank segera memberikan penjelasan terkait dasar pemblokiran rekeningnya serta menghadirkan solusi yang dapat diselesaikan melalui kantor cabang tanpa harus membebani nasabah dengan proses yang panjang dan memakan waktu.

 

Kekecewaan mendalam pun dirasakan Putri Handayani. Baginya, yang tertahan bukan sekadar angka Rp19.824.000 di dalam rekening, melainkan dana yang sangat dibutuhkan untuk biaya pengobatan. Di tengah kondisi yang mendesak, ia justru harus berhadapan dengan proses yang dinilai berbelit dan tidak memberikan kepastian. Putri berharap pihak bank tidak hanya berpegang pada prosedur administratif semata, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi nasabah yang sedang menghadapi kesulitan dan membutuhkan akses terhadap uang hasil jerih payahnya sendiri. Baginya, uang yang tersimpan di rekening tersebut bukan sekadar tabungan, melainkan harapan untuk mendapatkan pengobatan yang saat ini sangat dibutuhkan.

 

Rezanasti

Berita Terkait

Reza-Fikri Buka Front Perlawanan, Dugaan Limbah PT Indofarm dan Kinerja DLH Tak Lagi Bisa Ditutupi
Di tengah tumpukan tugas pelayanan masyarakat, surat edaran nobar Piala Dunia memicu kritik soal arah dan sensitivitas birokrasi.
Polri dan Petani Bersinergi, Kapolsek Panipahan Cek Perkembangan Jagung Pipil
Janji Tegas, Hasil Belum Terlihat? Warga Jermal 15 Pertanyakan Keseriusan Penindakan Terhadap GS
Di Balik Krisis BBM, Dugaan Aktivitas Mencurigakan Truk Tangki Pertamina di Gudang R. Silaen Tuai Tanda Tanya
Miris! Ternyata Kapolrestabes Medan Sering Bohongi Keluarga Korban Pencurian Yang Jadi Tersangka Usai Nangkap Maling ?
SPBU 14.208.179 Stabat Disorot, Dugaan Pengangsiran Bio Solar Subsidi dengan Barcode Berbeda-beda Terungkap dalam Investigasi
BBM Ghaib Di Sumatera Utara, Rakyat Menjerit Dan Antre Berjam-Jam, Logistik Lumpuh, Hasil Panen Terancam Membusuk, Perekonomian Daerah Di Ambang Krisis

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 01:34 WIB

Reza-Fikri Buka Front Perlawanan, Dugaan Limbah PT Indofarm dan Kinerja DLH Tak Lagi Bisa Ditutupi

Selasa, 21 Juli 2026 - 00:44 WIB

Di tengah tumpukan tugas pelayanan masyarakat, surat edaran nobar Piala Dunia memicu kritik soal arah dan sensitivitas birokrasi.

Senin, 20 Juli 2026 - 17:34 WIB

Polri dan Petani Bersinergi, Kapolsek Panipahan Cek Perkembangan Jagung Pipil

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:07 WIB

Janji Tegas, Hasil Belum Terlihat? Warga Jermal 15 Pertanyakan Keseriusan Penindakan Terhadap GS

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:23 WIB

Miris! Ternyata Kapolrestabes Medan Sering Bohongi Keluarga Korban Pencurian Yang Jadi Tersangka Usai Nangkap Maling ?

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:42 WIB

SPBU 14.208.179 Stabat Disorot, Dugaan Pengangsiran Bio Solar Subsidi dengan Barcode Berbeda-beda Terungkap dalam Investigasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:17 WIB

BBM Ghaib Di Sumatera Utara, Rakyat Menjerit Dan Antre Berjam-Jam, Logistik Lumpuh, Hasil Panen Terancam Membusuk, Perekonomian Daerah Di Ambang Krisis

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:26 WIB

Petani Menangis, 25 Ton Ikan Musnah! GEMPAR SUMUT Dorong RDP Bongkar Misteri Limbah Di Deli Serdang

Berita Terbaru