Detiktimur.net Tanah Karo – Situasi peredaran narkoba dan praktik perjudian di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, disebut telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Data dan laporan yang masuk ke Markas Pusat Pemuda Panca Marga – Legiun Veteran Republik Indonesia (PPM-LVRI) di Jakarta memicu peringatan keras dari jajaran organisasi tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal PPM-LVRI pusat, Djupiter Sembiring, menegaskan bahwa kondisi di Tanah Karo tidak lagi bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Ia menilai peredaran narkoba dan aktivitas perjudian kini diduga semakin terbuka, masif, dan seolah berjalan tanpa rasa takut terhadap hukum.
“Berdasarkan data dan informasi yang masuk ke markas PPM-LVRI pusat, situasi di Tanah Karo sudah sangat memprihatinkan. Ini bukan lagi sekadar peringatan. Kondisi ini sudah kami tetapkan sebagai Siaga 1 narkoba,” tegas Djupiter Sembiring dari markas PPM-LVRI di Jakarta.
Ketua Umum PPM-LVRI, Berto Izaak Doko, bahkan mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran organisasi agar tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Ia memerintahkan pengurus PPM-LVRI di Sumatera Utara dan Kabupaten Karo segera bergerak serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
Menurut Berto, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka Tanah Karo berpotensi berubah menjadi wilayah yang semakin rentan terhadap kejahatan narkotika dan perjudian yang merusak sendi kehidupan masyarakat.
Ia juga secara terbuka memohon sekaligus mendesak jajaran Forkopimda, TNI, dan Polri di Kabupaten Karo agar tidak menunda langkah penegakan hukum. PPM-LVRI meminta operasi nyata di lapangan untuk menutup seluruh jaringan narkoba dan praktik perjudian yang disebut semakin meresahkan warga.
Djupiter Sembiring menilai dampak dari maraknya narkoba dan perjudian di Tanah Karo sudah mulai terasa nyata di tengah masyarakat. Selain merusak moral, fenomena tersebut disebut telah menghancurkan masa depan generasi muda bahkan menelan korban jiwa.
“Kami menilai tingkat penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo sudah berada pada level yang sangat membahayakan. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin satu generasi muda Karo akan hilang akibat narkoba,” ujarnya dengan nada keras.
Ia menekankan bahwa persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu institusi saja. Seluruh unsur pemerintahan daerah, mulai dari Forkopimda, DPRD, hingga aparat keamanan, harus bersatu dan menunjukkan keberanian untuk memberantas jaringan narkoba dan perjudian hingga ke akar-akarnya.
Di tengah masyarakat Karo sendiri, lanjut Djupiter, berkembang berbagai isu yang menyebut adanya dugaan pembekingan dari oknum aparat terhadap praktik narkoba dan perjudian. Isu tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum membuktikan komitmennya secara nyata dengan tindakan tegas di lapangan, bukan sekadar pernyataan atau seremonial belaka.
“Jika memang tidak ada pembekingan, maka buktikan dengan tindakan nyata. Tutup semua lokasi, tangkap para pelaku, dan bongkar jaringan yang bermain. Negara tidak boleh kalah oleh bandar narkoba dan mafia perjudian,” tegasnya.
PPM-LVRI pusat menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Kabupaten Karo. Bahkan, organisasi tersebut membuka kemungkinan melakukan koordinasi langsung dengan pimpinan nasional, termasuk Panglima TNI dan Kapolri, apabila kondisi di lapangan tidak menunjukkan perubahan signifikan.
“Tanah Karo tidak boleh dibiarkan menjadi sarang narkoba. Ini bukan hanya persoalan daerah, tetapi menyangkut masa depan generasi bangsa,” tutup Djupiter Sembiring.(RZ/TM)
































