Ketua AHN DPD Kab.Sukabumi Angkat Bicara “Terkait Terbentangnya Beberapa Spanduk Di Depan Pendopo Bupati Di Kota Sukabumi, Ini Jadi Sorotan Publik” ??

ASWAR

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:02 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKTIMUR, KAB. SUKABUMI, JAWA BARAT – Dilansir dari Gardatipikornews.com, Ramainya pemberitaan dan sorotan publik terkait rencana aksi damai honorer paruh waktu di Kota Sukabumi menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Bukan semata karena aksi tersebut, melainkan karena munculnya narasi dan simbol-simbol tertentu—termasuk terbentangnya spanduk di depan Pendopo Kota Sukabumi—yang justru berpotensi menciptakan kesalahpahaman dan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Ketua Aliansi Honorer Nasional (AHN) DPD Kabupaten Sukabumi Saat di wawancara di rumahnya Mengatakan ” Bahwa Kami mempertanyakan secara terbuka maksud dan tujuan terbentangnya spanduk tersebut. Apakah spanduk itu benar-benar mewakili aspirasi masyarakat, atau justru menjadi alat untuk menggiring opini publik agar memandang aksi damai honorer Paruh Waktu sebagai ancaman bagi ketertiban umum?

Ketua AHN DPD Kab.Sukabumi menegaskan bahwa warga masyarakat Kota Sukabumi dan para sopir angkot tidak boleh dijadikan tumbal oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan tertentu terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Honorer, warga, dan sopir angkot sejatinya berada pada posisi yang sama : sama-sama rakyat kecil yang berjuang untuk hidup layak di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian kebijakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi damai honorer paruh waktu yang seharusnya direncanakan di Pendopo di Kota Sukabumi merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin oleh konstitusi. Aksi ini tidak pernah dimaksudkan untuk mengganggu aktivitas masyarakat, apalagi merugikan kelompok tertentu. Oleh karena itu, segala upaya yang menggiring opini seolah-olah honorer Paruh Waktu menjadi ancaman patut dipertanyakan secara kritis.

Penolakan dan pelarangan aksi damai yang dijadwalkan pada Kamis, 22 Januari 2025, justru memunculkan pertanyaan besar di tengah publik: ada apa dengan Pemda Kabupaten Sukabumi? Mengapa aspirasi honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun tidak dihadapi dengan dialog terbuka, melainkan dengan pembatasan ruang berekspresi yang berpotensi memicu kegaduhan sosial??

Honorer paruh waktu adalah bagian penting dari sistem pelayanan publik. Mereka adalah guru, tenaga teknis, dan pekerja layanan yang selama ini menjaga roda pemerintahan tetap berjalan, meski dengan kesejahteraan yang jauh dari kata layak. Mengabaikan suara mereka sama artinya dengan mengabaikan kualitas pelayanan publik itu sendiri.

Ketua AHN DPD Kabupaten Sukabumi menolak segala bentuk adu domba dan politisasi aspirasi rakyat. Pemerintah daerah seharusnya hadir sebagai penengah yang adil, bukan membiarkan narasi yang memecah belah berkembang di ruang publik. Yang dibutuhkan saat ini bukan spanduk provokatif atau larangan sepihak, melainkan ruang dialog yang jujur, terbuka, dan bermartabat.

Perjuangan Aliansi Honorer Nasional DPD KAB.SUKABUMI honorer akan terus dilakukan secara damai, tertib, dan konstitusional di Gelanggang Cisaat, kamis 22/01/25. Kami percaya bahwa keadilan tidak lahir dari pembungkaman, melainkan dari keberanian pemerintah untuk mendengar dan mengambil kebijakan yang berpihak pada rakyat.

 

 

#Honorer bukan musuh rakyat.

#Warga dan sopir angkot bukan lawan honorer.

#Yang dibutuhkan adalah keadilan dan keberpihakan negara.

#DPD AHN KAB.SUKABUMI

( @Red@ksi.gtn.com**

Berita Terkait

Aswar Ketua DPW KJNI Sulsel Angkat Bicara: Di Mana Negara Saat Seorang Putri 11 Tahun Ditandu 2 Kilometer Menuju Titik Ambulans?
Polri untuk Masyarakat, Safari Memakmurkan Masjid Pererat Silaturahmi Warga Paotere
Bhabinkamtibmas Gusung Hadir di Tengah Warga, Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman
Senyum Humanis Satsamapta Polres Pelabuhan Makassar Warnai Patroli di Pusat Keramaian
Ketua KAKI Jatim Tegaskan: Apabila Ada Penyalahgunaan Wewenang Dalam SPMB Bukan Ulah Penyelenggara Pendidikan, Melainkan Oknum 
Arief Martha Rahadyan: Penguatan Pariwisata Jadi Kunci Hadapi Gejolak Ekonomi Global
Sempat Viral, Kasus Dugaan Perampasan Mobil oleh Debt Collector di Semarang Masuk Persidangan, Korban Terus Cari Keadilan
Dugaan Penyimpangan Program MBG, KJNI : Harus Diusut Tuntas Demi Menjaga Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:40 WIB

6 Miliar Pinjaman Pribadi Atas Dasar Kepercayaan, Uang Hasil Jual Tanah Keluarga, Bayar Bunga 190 Juta Perbulan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:53 WIB

Polri untuk Masyarakat, Safari Memakmurkan Masjid Pererat Silaturahmi Warga Paotere

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:51 WIB

Jaga Keselamatan Anak Bangsa di Jalan Raya, Polri Untuk Masyarakat Bukan Sekadar Slogan

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:57 WIB

Optimisme Tinggi Kontingen Pesparawi Sulawesi Selatan Targetkan Kembali Juara Umum

Senin, 8 Juni 2026 - 23:02 WIB

Bhabinkamtibmas Gusung Hadir di Tengah Warga, Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman

Senin, 8 Juni 2026 - 23:00 WIB

Senyum Humanis Satsamapta Polres Pelabuhan Makassar Warnai Patroli di Pusat Keramaian

Senin, 8 Juni 2026 - 20:46 WIB

Akses Tak Sesuai Janji, Drainase Dikeluhkan, Bumi Hartana III Jadi Sorotan Publik

Senin, 8 Juni 2026 - 20:02 WIB

Polri Hadir Untuk Ketahanan Pangan, BRIPKA Muhammad Yusuf Tinjau Langsung Hasil Pertanian Jagung Pipil Masyarakat Panipahan

Berita Terbaru