Detiktimur.net Deli Serdang – Berangkat dari keprihatinan terhadap masih banyaknya mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun karya tulis ilmiah, Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Deli Serdang menggelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah secara gratis dan terbuka untuk umum pada Minggu (12/7).
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen KAMMI Deli Serdang dalam menghadirkan solusi nyata atas tantangan yang dihadapi mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan kemampuan akademik, budaya literasi, serta kualitas penulisan ilmiah.
Ketua Umum PD KAMMI Deli Serdang, Syaripudin Latif Hasibuan, S.H., mengatakan pelatihan tersebut lahir dari hasil diskusi internal pengurus yang melihat masih banyak mahasiswa mengalami kesulitan saat menyusun makalah, proposal penelitian, artikel ilmiah, jurnal, hingga tugas akhir.
“Kami melihat persoalan ini bukan sekadar keluhan mahasiswa, tetapi tantangan yang harus dijawab. Karena itu, kami bersepakat menghadirkan ruang belajar yang dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan menulis ilmiah. Kami ingin memberikan solusi nyata, bukan hanya melihat persoalan tanpa berbuat apa-apa,” ujar Syaripudin.
Menurutnya, kemampuan menulis ilmiah merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki setiap mahasiswa. Dengan pendampingan yang tepat serta kemauan untuk terus belajar, setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Melalui pelatihan ini, KAMMI Deli Serdang juga ingin menghilangkan anggapan bahwa karya tulis ilmiah merupakan sesuatu yang rumit dan menakutkan. Sebaliknya, menulis ilmiah harus dipandang sebagai keterampilan yang dapat dipelajari, dilatih, dan terus dikembangkan.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya mahasiswa yang hadir dan mengikuti pelatihan hingga selesai. Tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan terhadap ruang belajar yang edukatif dan aplikatif masih sangat besar di kalangan mahasiswa.
Bagi KAMMI Deli Serdang, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya hadir sebagai penyampai kritik terhadap berbagai persoalan. Lebih dari itu, organisasi mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi melalui program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin KAMMI dikenal sebagai mitra pembangunan, mitra pendidikan, dan mitra kemasyarakatan. Kami percaya organisasi yang baik bukan hanya pandai menyuarakan aspirasi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang nyata bagi masyarakat,” tegas Syaripudin.
Ke depan, KAMMI Deli Serdang berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, organisasi tidak hanya menjadi ruang kaderisasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, pengabdian, dan pemberdayaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
































