Petani Menangis, 25 Ton Ikan Musnah! GEMPAR SUMUT Dorong RDP Bongkar Misteri Limbah Di Deli Serdang

ASWAR

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:26 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang – Kemarahan masyarakat akhirnya meledak. Ribuan ekor ikan air tawar mati mendadak, puluhan kolam budidaya berubah menjadi kuburan ikan, sementara para petani hanya bisa menyaksikan hasil kerja keras mereka musnah dalam hitungan jam. Estimasi kerugian mencapai 25 ton ikan atau sekitar Rp750 juta.

 

Peristiwa yang mengguncang para pembudidaya ikan itu kini menjadi sorotan tajam setelah Gerakan Mahasiswa Pejuang Reformasi Sumatera Utara (GEMPAR SUMUT) secara terbuka mendesak DPRD Kabupaten Deli Serdang membongkar dugaan pencemaran limbah yang diduga berasal dari aktivitas peternakan PT Indofarm Sukses Makmur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bagi GEMPAR SUMUT, tragedi ini bukan sekadar persoalan ikan yang mati. Ini adalah dugaan bencana lingkungan yang diduga telah merampas sumber penghidupan masyarakat kecil. Mereka menilai, apabila dugaan tersebut terbukti, maka tidak boleh ada satu pihak pun yang kebal dari pertanggungjawaban hukum.

 

Tak tanggung-tanggung, GEMPAR SUMUT juga meminta DPRD Deli Serdang segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan perusahaan, petani ikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum agar seluruh persoalan dibuka secara terang-benderang di hadapan publik.

 

Tak hanya itu, GEMPAR SUMUT menyoroti dugaan tidak optimalnya sistem pengelolaan limbah perusahaan. Bahkan, berdasarkan informasi yang mereka peroleh, terdapat dugaan perusahaan tidak memiliki atau tidak menyediakan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Dugaan tersebut, menurut mereka, harus segera diperiksa oleh instansi berwenang.

 

“Kami tidak ingin persoalan ini berakhir dengan saling lempar tanggung jawab. Jika benar ada dugaan pencemaran lingkungan yang menyebabkan petani gagal panen, maka pihak yang bertanggung jawab wajib dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” tegas GEMPAR SUMUT.

 

GEMPAR SUMUT juga mendesak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, hingga Kementerian Lingkungan Hidup melakukan audit lingkungan secara menyeluruh terhadap operasional PT Indofarm Sukses Makmur, termasuk memeriksa izin lingkungan, sistem pengelolaan limbah, serta kepatuhan perusahaan terhadap seluruh regulasi.

 

Aparat penegak hukum pun diminta tidak tinggal diam. GEMPAR SUMUT meminta penyelidikan dilakukan secara profesional apabila ditemukan dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup maupun ketentuan hukum lainnya.

 

Tak kalah keras, organisasi mahasiswa itu mendesak Bupati Deli Serdang turun langsung menemui para petani ikan yang terdampak. Mereka menilai pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat kehilangan mata pencaharian akibat dugaan pencemaran lingkungan.

 

“Bupati harus hadir, melihat sendiri penderitaan masyarakat, memastikan pendataan kerugian dilakukan secara objektif, serta mengawal proses pemulihan ekonomi para petani yang terdampak,” tegas GEMPAR SUMUT.

 

GEMPAR SUMUT memastikan tidak akan menghentikan pengawalan kasus ini hingga seluruh fakta terungkap secara transparan. Mereka menegaskan, apabila dugaan pelanggaran terbukti, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu dan masyarakat yang dirugikan wajib memperoleh ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku.

Berita Terkait

Syaripudin Latif Hasibuan, S.H. Buktikan Komitmen KAMMI Deli Serdang, Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Gratis Disambut Antusias Mahasiswa
Syaripudin Latif Hasibuan, S.H. Bawa Program Nyata KAMMI ke DPRD Deli Serdang, Perkuat Kolaborasi Demi Pengabdian Masyarakat
Premi Dibayar Bertahun-Tahun, Klaim Tak Kunjung Cair! PT AIA Financial dan JM Digugat, Sengketa Dua Polis Memanas di PN Medan
Suporter Bekasi Raya Serukan Persatuan, Sportivitas dan Budaya Damai di Dunia Sepak Bola
Di Saat Petani Ikan Menangis, Warga Soroti Tiga Kadis yang Disebut Bak Ajudan Pribadi Bupati Deli Serdang
Polisi Tak Kenal Waktu, Patroli Malam Diperketat Demi Keamanan Warga Makassar
Shalat Lima Waktu Jadi Benteng Diri, Polres Pelabuhan Makassar Ajak Warga Dekatkan Diri kepada Allah
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Rp1,4 Miliar di Deli Serdang Picu Pertanyaan soal Tender dan Dugaan Fee 15 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:26 WIB

Petani Menangis, 25 Ton Ikan Musnah! GEMPAR SUMUT Dorong RDP Bongkar Misteri Limbah Di Deli Serdang

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:25 WIB

Syaripudin Latif Hasibuan, S.H. Buktikan Komitmen KAMMI Deli Serdang, Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Gratis Disambut Antusias Mahasiswa

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:19 WIB

Syaripudin Latif Hasibuan, S.H. Bawa Program Nyata KAMMI ke DPRD Deli Serdang, Perkuat Kolaborasi Demi Pengabdian Masyarakat

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Premi Dibayar Bertahun-Tahun, Klaim Tak Kunjung Cair! PT AIA Financial dan JM Digugat, Sengketa Dua Polis Memanas di PN Medan

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Suporter Bekasi Raya Serukan Persatuan, Sportivitas dan Budaya Damai di Dunia Sepak Bola

Senin, 13 Juli 2026 - 21:36 WIB

Polisi Tak Kenal Waktu, Patroli Malam Diperketat Demi Keamanan Warga Makassar

Senin, 13 Juli 2026 - 21:30 WIB

Shalat Lima Waktu Jadi Benteng Diri, Polres Pelabuhan Makassar Ajak Warga Dekatkan Diri kepada Allah

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Rp1,4 Miliar di Deli Serdang Picu Pertanyaan soal Tender dan Dugaan Fee 15 Persen

Berita Terbaru