Alimin Tanggapi Himbauan Kasat Reskrim Terkait Tambang Emas Ilegal di Aceh Tengah

ASWAR

- Redaksi

Jumat, 26 September 2025 - 21:39 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

π˜Ώπ™€π™π™„π™†π™π™„π™ˆπ™π™, π™π˜Όπ™†π™€π™‚π™Šπ™‰ – Pernyataan Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, IPTU Deno Wahyudi, terkait larangan masyarakat memposting aktivitas tambang emas ilegal di media sosial beberapa hari lalu menimbulkan beragam tanggapan.

Dalam himbauannya, Deno meminta agar masyarakat tidak mengunggah kegiatan penambangan ilegal di Facebook maupun Instagram dengan alasan agar pelaku tidak merasa terusik.

Sehingga aparat kepolisian lebih mudah melakukan penangkapan dan penyitaan alat berat untuk dilelang bagi negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, himbauan tersebut justru menuai gelak tawa dan komentar pedas dari warganet. Banyak yang menilai, di era sekarang justru tanpa viral sebuah persoalan sulit mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.

Salah satu yang ikut menanggapi adalah Alimin, tokoh masyarakat Aceh Tengah. Ia mengungkapkan bahwa publik selama ini memang melihat, tanpa viral, banyak kasus seakan jalan di tempat, termasuk soal tambang ilegal.

β€œKalau tidak viral memang susah sekali ditangani. Apalagi soal tambang emas ilegal yang sudah jelas-jelas merusak lingkungan,” ujar Alimin.

Meski begitu, Alimin tetap mengapresiasi Kapolres Aceh Tengah atas upaya yang telah dilakukan dalam penertiban tambang ilegal. Hanya saja, menurutnya ada sejumlah kejanggalan yang patut dipertanyakan.

β€œSudah tiga kali razia, tapi alat berat selalu tidak ditemukan. Sangat disayangkan bila unggahan masyarakat di media tidak berwujud atau disebut saja tidak diketemukan ketika razia berlangsung. Hanya merasa Aneh saja kok sekejap bisa hilang,” kata Alimin sambil tersenyum.

Ia juga menyoroti pernyataan Kasat Reskrim yang meminta masyarakat menahan dan mengamankan penambang ilegal sebelum dilaporkan ke polisi. Menurutnya, hal itu mustahil dilakukan.

β€œMasyarakat tidak punya wewenang untuk menangkap, apalagi melarang. Yang punya alat itu bukan orang biasa, tapi orang-orang kuat. Kalau masyarakat coba melarang, bisa berbahaya, bisa memicu keributan,” tegasnya.

Alimin mencontohkan, pada razia pertama di Lumut ada puluhan alat berat yang terlihat beroperasi, namun tak satu pun berhasil diamankan. Begitu pula razia kedua dan ketiga, hasilnya tetap nihil, meskipun aktivitas penggalian sudah jelas terlihat di lapangan.

Menurutnya, inilah sebab masyarakat enggan melapor secara individu. Risiko keamanan yang ditanggung sangat besar. β€œKalau ada masyarakat yang ketahuan mengambil video atau foto, bisa saja mereka dimusuhi, bahkan terancam oleh pelaku,” tambahnya.

Atas dasar itu, Alimin berharap Kapolres Aceh Tengah bersama jajaran bertindak lebih profesional, transparan, dan tegas dalam penindakan sebagai tindak lanjut yang telah disampaikan Bapak Presiden ketika memperingati 80 tahun Indonesia merdeka dan disambut dalam bentuk afresiasi Gubernur Aceh kemarin.

β€œSeharusnya masyarakat tidak perlu dilibatkan sampai sejauh itu. Polisi punya intel dan perangkat lengkap untuk menindak. Biarlah aparat bekerja sesuai prosedur, jangan bebankan masyarakat dengan risiko yang tidak seharusnya mereka tanggung,” pungkas Alimin.

Berita Terkait

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Ancaman Pidana 2 Tahun Diabaikan, Panitia Pesparawi XIV Nekat Hambat Kerja Jurnalis
Tongkat Estafet Pengabdian Berlanjut, Lapas Makassar Lepas Sutarno dan Sambut Gumilar Budirahayu dalam Suasana Penuh Haru
Dugaan Pungutan Penebusan Kendaraan Viral, Publik Pertanyakan Keseriusan Propam Bangkalan
Hari Pertama Pesparawi Nasional XIV: Duta Suara Sulawesi Selatan Tampil Cemerlang di 4 Kategori
Kapolda Sulsel Apresiasi Bakti Kesehatan Polres Pelabuhan Makassar di Pulau Lanjukang
Donor Darah Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pelabuhan Makassar Bantu Stok Darah Sulsel
Pesparawi Nasional XIV: Bukan Sekadar Kompetisi Vokal, tapi Ladang Iman dan Perekat Keberagaman Nusantara

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:48 WIB

DPP LPPI Dukung Transformasi Pemasyarakatan, Sebut Pujian Titiek Soeharto kepada Agus Andrianto Berdasarkan Kinerja Nyata

Minggu, 12 April 2026 - 17:54 WIB

Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua

Jumat, 10 April 2026 - 18:40 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 3 April 2026 - 16:50 WIB

Optimalkan Sertipikasi Tanah Wakaf, Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:00 WIB

Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan

Senin, 16 Maret 2026 - 11:11 WIB

Pengutipan Retribusi ke Wisata Air Panas Untuk Sementara Dihentikan Hingga Ada Keputusan Dari Pemkab Karo

Senin, 16 Maret 2026 - 11:04 WIB

LHKPN Kajari Karo Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Klarifikasi Terkait Data Kekayaan

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:09 WIB

Karya Nyata Pengusaha Muda Bandung, Mobil Kayu 1:1 Buatan Fawaz Salim Curi Perhatian

Berita Terbaru