Semangat Gotong Royong di Kuta Buluh: Lomba HUT RI ke-80 Hadirkan Tawa dan Persatuan

DETIK TIMUR

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:02 WIB

50158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Suasana riang dan penuh keakraban menyelimuti halaman kantor Desa Kuta Buluh, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Minggu (17/8/2025). Ratusan warga dari berbagai usia memadati lokasi untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sorak-sorai, gelak tawa, dan tepuk tangan berulang kali pecah ketika perlombaan tradisional dimulai, menjadikan perayaan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang kebersamaan yang menyatukan seluruh warga desa.

Sejak pagi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa bersemangat mengikuti berbagai lomba khas peringatan kemerdekaan. Lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung, hingga memasukkan paku ke dalam botol silih berganti digelar, menghadirkan keceriaan yang menular pada penonton. Lomba joget menjadi puncak perhatian. Dengan iringan musik tradisional dan lagu-lagu populer, peserta berjoget spontan, memicu tawa bahagia warga yang menonton. Bagi banyak orang, momen itu mengingatkan pada tradisi masa kecil, ketika lomba sederhana menjadi perekat kehidupan kampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Kuta Buluh, H. Muhammad Ramli, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat menjaga kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ia mengajak warga untuk memaknai perayaan kemerdekaan bukan hanya sebagai ritual tahunan, melainkan juga pengingat jasa para pahlawan dan warisan semangat gotong royong. Menurutnya, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus tumbuh dengan nilai kebersamaan dan cinta tanah air yang diwariskan melalui kegiatan semacam ini.

Keceriaan tampak jelas di wajah para peserta. Siti Aminah, siswi berusia 15 tahun, mengaku senang bisa ikut lomba joget yang penuh gelak tawa. Ia merasa seperti sedang berkumpul bersama keluarga besar. Hal serupa diungkapkan Rudi Hartono, warga berusia 40 tahun yang datang menonton bersama keluarganya. Ia menilai perayaan ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengingatkan kembali betapa pentingnya menjaga semangat kemerdekaan di tengah kehidupan sehari-hari.

Panitia pelaksana yang terdiri dari karang taruna dan perangkat desa bekerja keras menyiapkan acara sejak jauh hari. Hadiah sederhana berupa alat tulis, perlengkapan rumah tangga, hingga voucher belanja disediakan untuk memotivasi peserta. Bagi mereka, bukan besarnya hadiah yang utama, melainkan kebahagiaan warga yang terlibat aktif dalam kegiatan desa. “Yang paling penting adalah suasana kebersamaan. Kalau anak-anak senang, berarti tujuan kami tercapai,” ujar Ahmad Fauzi, Ketua Panitia.

Selain perlombaan, masyarakat juga disuguhkan penampilan seni budaya lokal. Tarian tradisional yang dibawakan kelompok pemuda desa menambah warna perayaan, sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan budaya yang perlu terus dijaga. Dukungan dari tokoh masyarakat semakin memperkuat penyelenggaraan kegiatan ini. Mereka berharap tradisi perayaan HUT RI seperti di Kuta Buluh dapat terus berlanjut dan berkembang dengan inovasi baru, sehingga semakin mengakar dalam kehidupan warga.

Haji Abdullah, salah seorang tokoh masyarakat, menyebut peringatan ini sebagai simbol kebersamaan yang nyata. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas warga sebagai bagian dari bangsa yang besar. “Inilah cara kami merawat semangat kemerdekaan, bukan hanya dengan mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga dengan menjaga persatuan dan kebersamaan hari ini,” ujarnya.

Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Kuta Buluh menjadi potret sederhana tentang bagaimana kemerdekaan diperingati di akar rumput. Melalui lomba tradisional dan kegiatan budaya, masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya hidup dalam simbol, melainkan dalam tindakan nyata menjaga persatuan dan kebersamaan. Di tengah sorak sorai dan tawa anak-anak, kemerdekaan menemukan wajahnya: hangat, akrab, dan penuh harapan bagi masa depan.

Laporan : Edi Sahputra

Berita Terkait

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
LSM KOMPAK Aceh Tenggara: Media Harus Jadi Pilar Demokrasi, Bukan Alat Propaganda Politik
Bakti Sosial Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Bersama Polres Aceh Tenggara Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir
Polres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah Bersama Media dan Mahasiswa STIK, Perkuat Sinergi di Hari Pers Nasional
Pajri Gegoh: Unjuk Rasa LSM yang Serang Polisi Bisa Jadi Alat Propaganda Bandar Narkoba
Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ungkap Praktik Prostitusi, Amankan Satu Mucikari dan Dua PSK
Sungai Rumah Bundar Ditutup, Jalan Nasional Aceh Tenggara Tinggal Menunggu Dibuka
Tak Hanya Jalan, APBK Lawe Mantik 2025 Juga Alokasikan Dana BLT dan Literasi Hukum Sesuai Permendesa

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:48 WIB

DPP LPPI Dukung Transformasi Pemasyarakatan, Sebut Pujian Titiek Soeharto kepada Agus Andrianto Berdasarkan Kinerja Nyata

Minggu, 12 April 2026 - 17:54 WIB

Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua

Jumat, 10 April 2026 - 18:40 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 3 April 2026 - 16:50 WIB

Optimalkan Sertipikasi Tanah Wakaf, Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:00 WIB

Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan

Senin, 16 Maret 2026 - 11:11 WIB

Pengutipan Retribusi ke Wisata Air Panas Untuk Sementara Dihentikan Hingga Ada Keputusan Dari Pemkab Karo

Senin, 16 Maret 2026 - 11:04 WIB

LHKPN Kajari Karo Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Klarifikasi Terkait Data Kekayaan

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:09 WIB

Karya Nyata Pengusaha Muda Bandung, Mobil Kayu 1:1 Buatan Fawaz Salim Curi Perhatian

Berita Terbaru